Tragedi Cinta di SMA: Kisah Thriller Sang Muslimah Kocak (part 2)

Assalamualaikum guys (nah yang ini baru bener)
Welcome back to my blog!
Awalnya gue bingung mau nulis apa, karena banyak banget hal yang sebenarnya mau gue ceritain tapi selalu aja gak ada waktu buat nulis lagi di blog ini. Maklum jam terbang padat (wusss)

Well, kali ini gue mau menyambung cerita tentang Tragedi di SMA yang pertama gue upload. Oh iya, karena gue ceritainnya agak random, jadi seinget gue aja yak. Langsung aja cekidot...

Oke gaes, setelah gue dan pacarnya doi yang bisa kita sebut Siska (nama di blur kan), ketemuan di salah satu mall di Surabaya, kita pun jalan jalan keliling mall sambil ngobrol ngobrol ringan. Ya namanya juga baru ketemu, yang diobrolin seputar hubungan dia dengan doi. Dia cerita panjang kali lebar tentang hubungannya yang waktu itu udah satu tahun lebih dua bulan (kalo gak salah) dan pertemuan pertamanya dg doi. Gue menyimak dengan seksamadan jujur gue gak ngerasa iri sama sekali sama dia. Karena dari cerita itu gue menempatkan posisi "dia" jadi "orang ketiga" alias orang lain.

Jadi, dia baru jadian sama doi sejak SMP kelas 1 dan doi saat itu kelas 3 (jadi adkel sama kakel gtu). Awalnya sebelum mereka jadian, mereka punya pacar masing-masing. Namun mereka putus dengan pacarnya masing-masing, Siska putus karena gak direstui mamanya (katanya si cowok anak berandalan) dan Doi putus karena ceweknya gak konsisten dalam berjilbab (kata Siska sih gtu). Akhirnya mereka bertemu satu sama lain, tapi Siska masih bimbang karena takut salah pilih lagi, akhirnya jalanin dulu aja. Sampe beberapa minggu kemudian mereka resmi jadian. Dan saat anniversary mereka yang pertama, si Doi ngajak keluarganya dan keluarga Siska makan bareng sekaligus meresmikan hubungan mereka. Yang gue tangkap kayak acara tunangan gtu.

Setelah itu kita istirahat sebentar di salah satu restoran cepat saji dan memesan es krim sundae. Kemudian kita lanjut ke cerita gimana gue bisa suka sama doi. Well okay there is, gue ceritain secara lengkap dan rinci semua peristiwanya sampe gue suka banget sama doi. Dia pun menyimak dengan seksama. Ini sama sekali gak kayak FTV biasanya, dimana si cewek pacarnya si cowok bakal ngelabrak dan ngebanting meja saat bertemu dengan cewek yang naksir cowoknya. Ini beda banget. 180 derajat beda. Disini, bahkan dia memaklumi gue yang suka sama pacarnya. Dia bisa bersikap tenang dan bijak dalam masalah hubungannya.

Setelah gue cerita, dia pun mulai buka suara. Dia paham bahwa cewek naksir cowok itu wajar, meskipun cowok yang dia taksir udah punya pacar. Karena perasaan itu gak bisa disalahin tapi gak bisa dipaksain juga. Mau sengebet-ngebetnya kita sama doi, kalo doi gak suka kita ya gak bisa jalan dong suatu hubungan itu (aseekk). Intinya kesalahan ini bukan salah siapapun, baik gue, doi, maupun Siska. Ini adalah keadaan dimana perasaan salah seorang tumbuh disaat yang tidak tepat. Itu aja.

Setelah pertemuan hari itu, kita masih sering kirim SMS dan menjalin hubungan dengan baik, tapi jujur gue belum sepenuhnya bisa ngilangin perasaan gue ke doi. Bahkan gue sempet berpikir untuk tetap perjuangin cinta gue. Tapi disisi lain, gue juga gak mungkin ngerusak hubungan orang seenak jidat. Akhirnya gue konsultasi ke teman cewek gue, baiknya kayak gimana. Dia bilang kalo sebaiknya kita perlahan melupakan dia dengan cara memutuskan kontak yang berkaitan dengan dia terutama sama pacarnya. Emang awalnya sulit banget, bahkan sampe bingung gimana caranya. Namun waktu emang bisa mengatasi segalanya.

Setelah satu tahun lebih lamanya, gue resmi melupakan doi. Pertama kali gue sadar kalo gue udah gak suka lagi sama dia, saat gue ngeliat dia tapi hati gue biasa aja, gak berdebar sama sekali. Padahal dulu setiap ngeliat dia dari kejauhan langsung deg deg ser.

Dengan ini semuanya​ telah selesai.

Ada salah satu quotes yang selalu gue inget sampe sekarang dan quote ini juga yang akhirnya menyadarkan gue (dan para pecinta sepihak) untuk dapat merelakan "dia" pergi.

"Pada akhirnya, orang yg jatuh cinta diam diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali hingga makin lama makin jauh. Orang yg jatuh cinta diam diam pada akhirnya menerima. Orang yg jatuh cinta diam diam paham bahwa kenyataan kadang tidak sesuai dg apa yg kita inginkan, dan sesungguhnya yg kita inginkan bisa jadi yg tidak kita butuhkan, yang kita butuhkan hanyalah merelakan."
-Marmut Merah Jambu by Raditya Dika-

Oke akhirnya berakhirlah sudah cerita ini dan gue juga lega udah nyeritain salah satu pengalaman cinta yang paling "unik" yang pernah gue rasain sampe sekarang.

Salam para jombloers.
Wassalamu'alaikum guys

Surabaya, 27 September 2017


Komentar

Postingan Populer